1 Agustus 2009
Ma'had Jami'ah: Wahana Pembinaan Mahasiswa dalam Bidang Pengembangan Spiritualitas dan Ilmu Keagamaan

BAB I
PENDAHULUAN
A. Dasar Pemikiran
Dalam rangka menjadikan Perguruan Tinggi Islam sebagai pusat pengembangan mahasiswa yang memiliki keunggulan akademik dan moral, perlu reformulasi ilmu pengetahuan integratif. Mewujudkan ini, Perguruan Tinggi Islam telah memiliki riwayat berbeda dari perguruan tinggi umum, didirikan untuk memenuhi kebutuhan akademik dan agama, ideologi dan politik. Oleh karena itu, untuk lebih mengartikulasikan perannya, PTAI berusaha mengembangkan konsep keilmuan dan moralitas.
Pengembangan ini menjadi tidak berarti banyak jika tidak diimbangi dengan pengembangan hubungan organik antara ilmu, iman dan amal shaleh. Mengingat etos keilmuan tidak dapat dibangun hanya melalui pembelajaran secara formal di dalam kelas, maka meniscayakan adanya wadah akademik (academic sphere) yang memberikan ruang gerak bagi perkembangan akal dan moral, sehingga mendukung perkembangan intelektual (kognisi) dan keberagamaan (afeksi).
Untuk keperluan itu, integrasi model pendidikan perguruan tinggi dengan pendidikan Islam tradisional (pesantren) merupakan pilihan yang memadai. Pengintegrasian sistem pendidikan pesantren, yang mampu menanamkan nilai-nilai keagamaan dan budi pekerti dengan baik, dapat membantu Perguruan Tinggi Islam mencapai etos keilmuan yang mampu melihat hubungan organik tersebut. Untuk mencapai hal tersebut maka diperlukan strategi pengembangan kelembagaan di bawah Diktis yang mampu mewadahi sistem pendidikan tinggi dan pesantren.
Berdasarkan filosofi ini, Direktorat Pendidikan Tinggi Islam memandang bahwa pendirian Ma’had al-Jami'ah dirasa urgen bagi upaya merealisasikan program integral yang sistematis, sejalan dengan Sistem Pendidikan Nasional dan visi-misi Departemen Agama Republik Indonesia.
B. Dasar Hukum
1. Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
2. Undang Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
3. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2005 tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan.
4. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1980 Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3176);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
6. Peraturan Menteri Agama Nomor 3 Tahun 2006 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama;
7. Keputusan Menteri Agama Nomor 414 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta;
8. Keputusan Menteri Agama Nomor 390 Tahun 2004 tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta;
9. Keputusan Menteri Agama Nomor 389 Tahun 2004 tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Islam Negeri Malang;
10. Keputusan Menteri Agama Nomor 385, 387, 388, 389, 390, 391, 392, 393, 394, 395, 396, 397 dan 398 Tahun 1993 tentang Organisasi dan Tata Kerja Institut Agama Islam Negeri se Indonesia;
11. Keputusan Menteri Agama Nomor 284, 285,286, 287, 288, 289, 290, 291, 292, 293, 294, 295, 296, 297, 298, 299, 300, 301, 302, 303, 304, 305, 306, 307, 308, 309, 310, 311, 312, 313, 314, 315 dan 316 Tahun 1997 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri se Indonesia;
C. Filosofi Ma'had al-Jami'ah
1. Ma'had al-Jami'ah merupakan lembaga pendidikan Islam yang menitikberatkan pada pendalaman ilmu-ilmu agama (tafaqquh fiddin), mewarisi kontinuitas tradisi Islam yang telah dialirkan ulama dari masa ke masa.
2. Secara historis, Ma'had al-Jami'ah merupakan kelanjutan lembaga tradisi pesantren yang memiliki sumber-sumber klasik. Dilihat dari hubungan historis ini, Ma'had al-Jami'ah merupakan mata rantai pendidikan Islam universal yang identik dengan model pendidikan Islam khas Indonesia, muncul dan berkembang dari pengalaman sosiologis masyarakat lingkungannya (indigenous).
3. Sebagai lembaga yang identik dengan model pendidikan Islam khas Indonesia, Ma'had al-Jami'ah merupakan lembaga yang mentransformasian keilmuan dan pengamalan ilmu dan tradisi keislaman, mencakup akidah, syari’ah, dan akhlak.
4. Ilmu-ilmu keislaman yang diajarkan Ma'had al-Jami'ah bermuara dari madzhab ahlu sunnah wa al-jama’ah, dalam pengertian yang luas, mengandung sikap intelektual yang berpegang teguh kepada tradisi-tradisi Islam yang kaya.
5. Ma'had al-Jami'ah juga merupakan lembaga pendidikan integrasi tradisi lokal dengan konsep-konsep epistemologis keislaman, selanjutnya membentuk sub-kultur "sarjana-santri atau santri-sarjana" dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
D. Visi dan Misi
1. Visi
Terwujudnya pusat pemantapan akidah, pengembangan ilmu dan tradisi keislaman, amal shaleh, akhlak mulia, dan terciptanya mahasiswa-santri yang cerdas, dinamis, dan kreatif dalam rangka mendukung visi Diktis.

2. Misi
a. Menghasilkan mahasiswa-santri yang memiliki kemampuan pembacaan dan pemaknaan Al-Qur'an dengan benar dan baik.
b. Menghasilkan mahasiswa-santri memiliki kemantapan akidah, kedalaman spiritual, keluhuran akhlak, dan keluasan ilmu keagamaan.
c. Menciptakan tradisi pesantren yang mendukung tercapainya pemantapan akidah, amal shaleh, dan akhlak mulia.
d. Memberikan keterampilan berbahasa Arab dan Inggris bagi mahasiswa-santri.
E. Fungsi dan Tujuan
1. Fungsi
Sebagai wahana pembinaan mahasiswa dalam bidang pengembangan ilmu keagamaan dan kebahasaan serta peningkatan dan pelestarian tradisi spiritualitas keagamaan.
2. Tujuan
a. Mempersiapkan mahasiswa-santri yang:
1) Mampu menerapkan dan mengembangkan khazanah ilmu pengetahuan keislaman.
2) Memiliki integritas tinggi dan wawasan kebangsaan.
3) Berjiwa santri (pejuang, ikhlas, mandiri, kreatif dan inovatif).
b. Pengayaan sinergisitas budaya lokal dengan ajaran agama dalam mendukung kemandirian dengan tetap mempertahankan keutuhan bangsa dan negara.
c. Pengembangan kepribadian mahasiswa-santri yang memiliki kemantapan akidah, spiritual, dan keagungan akhlak.
d. Pengembangan kegiatan keagamaan dan bi'ah lughawiyah, khususnya Bahasa Arab.

BAB II
MANAJEMEN MA'HAD AL-JAMI'AH
A. Posisi Ma'had dalam Visi dan Misi Diktis
1. Ma'had al-Jami'ah, sebagai wahana pembinaan mahasiswa dalam bidang pengembangan ilmu keagamaan dan kebahasaan, peningkatan penanaman dan pelestarian tradisi spiritualitas keagamaan, merupakan sub sistem akademik dan pembinaan mahasiswa dalam rangka pelaksanaan visi Diktis, khususnya "Memberikan sumbangan yang berarti bagi pengembangan dan penerapan ilmu agama, teknologi, dan kebudayaan Islam."
2. Ma'had al-Jami'ah, sebagai sub sistem perguruan tinggi dalam pembentukan tradisi dan mental spritual, juga merupakan bagian penting dalam melaksanakan misi Diktis, khususnya "Melindungi kepentingan masyarakat dari kemungkinan menderita kerugian akibat terjadinya ‘mal-praktik’ di bidang pendidikan tinggi agama Islam."

B. Struktur Organisasi dan Tugas Pokok
1. Struktur Organisasi


2. Tugas Pokok
a. Rektor/Ketua PTAIN/S adalah penanggung jawab dan penanggung gugat.
b. Dewan Pengasuh
1) Diangkat oleh Rektor/Ketua PTAIN/S melalui Surat Keputusan.
2) Dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab pada Rektor.
3) Menyusun kurikulum akademik, pembudayaan bahasa, program pembinaan mental spritual dan akhlak karimah.
4) Secara personal, masing-masing anggota Dewan Pengasuh memimpin, mengawasi, dan mengelola unit hunian yang diasuhnya, serta sebagai penanggung jawab pelaksanaan ta'lim, pembangunan budaya bahasa dan akhlak mahasiswa-santri.
5) Jumlah Dewan Pengasuh minimal sama dengan jumlah unit hunian (mabna).
c. Mudir
1) Mudir adalah salah seorang anggota Dewan Pengasuh yang menjadi top leader dan pengambil kebijakan tertinggi tingkat ma'had, penandatangan surat keluar, dan melakukan hubungan dengan pihak luar.
2) Mudir diangkat oleh Rektor/Ketua PTAIN/S berdasarkan atas usulan Dewan Pengasuh melalui Surat Keputusan.
3) Dalam melaksanakan tugasnya bertanggungjawab kepada Rektor.
4) Memimpin, mengawasi, mengarahkan, mengelola dan mengembangkan sistem manajemen dan administrasi.
5) Melaksanakan kurikulum akademik, pembudayaan bahasa, program pembinaan mental spritual dan akhlak karimah, yang telah ditetapkan oleh dewan Pengasuh.
6) Mewakili Ma'had al-Jami'ah dalam melakukan hubungan dengan pihak lain.
7) Menyusun dan menyampaikan Laporan kegiatan semesteran dan tahunan kepada Rektor melalui sidang Dewan Pengasuh.
d. Pengelola Administrasi
1) Administrasi Kema'hadan
a) Diangkat dan bertanggung jawab kepada Mudir dengan persetujuajn Dewan Pengasuh.
b) Mencatat dan membukukan semua kegiatan administrasi kema'hadan.
c) Menyiapkan kebutuhan rapat-rapat kerja
d) Membantu Mudir menyusun Laporan kegiatan semesteran dan tahunan.
2) Bendahara
a) Diangkat dan bertanggung jawab pada Mudir dengan persetujuan Dewan Pengasuh.
b) Bertanggung jawab dan membukukan pemasukan dan pengeluaran keuangan.
c) Menyusun Laporan keuangan harian, semesteran dan tahunan.
3) Dewan Mu'allim
a) Diangkat dan bertanggung jawab kepada Mudir melalui persetujuan Dewan Pengasuh.
b) Dewan Mu'allim adalah Dewan Pengasuh ditambah tenaga pengajar lain sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan.
c)
4)
3.
- Murabbi bertugas sebagai pelaksana harian pada masing-masing unit. Pada satu unit gedung ma'had setidaknya dibutuhkan seorang murabbi.
- Musyrif bertugas membantu murabbi dalam mengkoordinir kegiatan-kegiatan pembelajaran al-Qur'an, kitab, tahfidh mufradat, dan moralitas. Setiap seorang musyrif menangani sebanyak-banyaknya 14 mahasiswa-santri.
C. Sistem Pengelolaan
1. Pengelolaan manajemen dan administrasi Ma'had al-Jami'ah dilaksanakan oleh Direktur dibantu dua orang Kabag., Kabag Ta'lim dan Kebahasaan, Kabag. Keuangan dan Kerumahtanggaan.
2. Pengelolaan internal kegiatan kemakhadan, pembelajaran al-Qur'an, kitab, tahfidh mufradat, dan moralitas, dilaksanakan oleh Pengasuh, dibantu oleh seorang Murabbi dan beberapa musyrif.
D. Monitoring dan Evaluasi
Monitoring dan evaluasi dilaksanakan dengan dua cara; monitoring internal dan eksternal.
1. Monitoring dan evaluasi internal dilaksanakan oleh Kantor Jaminan Mutu PTAIN/S, atau lembaga lain yang mempunyai fungsi yang sama dengan Kantor Jaminan Mutu.
2. Monitoring dan evaluasi eksternal dilaksanakan oleh Departemen Agama sesuai dengan tupoksinya.
E. Sistem Pendanaan
Pendanaan pembangunan gedung Ma'had al-Jami'ah dibebankan pada dana Departemen Agama RI, sedangkan dana operasional Ma'had al-Jami'ah dibebankan pada dana DIPA masing-masing PTAIN dan sumber pendanaan lain yang halal dan tidak mengikat.
F. Sistem Pelaporan
Sistim pelaporan Internal kepada Rektor
Eksternal kepada Departemen Agama

BAB III
KETENTUAN UMUM
A. Ketentuan Umum Pendirian Ma'had al-Jami'ah
1. Ada kebutuhan dan keinginan baik untuk mendirikan Ma'had al-Jamiáh.
2. Sudah memiliki desain Ma'had al-Jamiáh yang disesuaikan dengan capaian visi dan misi masing-masing PTAIN/S.
3. Memenuhi persyaratan berikut:
a. Mengajukan Proposal pendirian yang ditujukan kepada Diktis.
b. Memiliki sebidang tanah yang digunakan secara khusus untuk pembangunan Ma'had al-Jamiáh.
c. Memiliki SDM sesuai dengan pedoman ini.
B. Standar Minimal Ma'had
1. Komponen Fisik dan SDM
a. Komponen Fisik
1) Masjid
a) Masjid dimaksudkan sebagai institusi agama; manifestasi takwa dan amal shaleh; dan manifestasi budaya. Sebagai institusi agama, masjid merupakan sarana civitas Ma'had al-Jami'ah untuk melakukan proses transendensi dan imanensi agama. Berpijak dari tersebut, masjid harus berfungsi menghubungkan kesadaran umat pada dataran spiritual dengan sektor publik seperti ekonomi, politik, pendidikan dan kebudayaan.
b) Sebagai manifestasi ketakwaan dan amal shaleh, masjid merupakan bentuk kesadaran diri (struktur dalam) bagi civitas Ma'had al-Jami'ah dan menjadi syarat mutlak bagi terwujudnya suprastruktur. Tegasnya, masjid merupakan manifestasi kesalehan personal bagi terciptanya kesalehan sosial. Masjid merupakan integrasi iman dengan takwa (praxis ‘ubudiyah), dan amal shaleh (praxis mu’amalah).
c) Sebagai manifestasi kebudayaan, masjid merupakan refleksi daya tarik bagi keberagamaan civitas Ma'had al-Jami'ah. Hal ini dimaksudkan untuk mengembalikan kesadaran dan orientasi calon cendekia dan profesional sarjana Islam untuk berpusat ke masjid, sehingga dapat mengembalikan cahaya masjid sebagai pusat peradaban dan kebudayaan Islam.
2) Asrama
Asrama merupakan gedung pemondokan bagi mahasiswa-santri aktif ma’had al-jami’ah. Dalam kehidupan keseharian di dalam ma’had al-jami’ah, asrama ditempatkan pada dua fungsi utama. Pertama, sebagai full day learning sphere, keberadaannya sebagai tempat tinggal mahasiswa-santri ma’had al-jami’ah harus dipahami dalam konteks penciptaan situasi yang kondusif bagi pencapaian tujuan pendidikan di PTAIN/S. Kedua, media kawah condrodimuko, artinya harus mampu merepresentasikan nilai-nilai yang dicita-citakan dalam falsafah kehidupan pesantren.

3) Rumah Pengasuh
4) Sarana Penunjang
b. Komponen SDM
1) Pengasuh
a) Pengasuh Ma'had al-Jamiáh adalah dosen yang, karena kemampuannya dalam bidang ilmu agama (terutama keahlian membaca dan menjelaskan kitab kuning), kekuatan spritualitas dan terjamin moralitas sosialnya, ditunjuk sebagai pengasuh sebuah unit gedung ma'had.
b) Dalam kehidupan sosial Ma'had al-Jami'ah, Pengasuh ditempatkan sebagai tokoh sentral kebijakan akademik dan penjaga moral bagi kehidupan mahasiswa-santri. Pengasuh juga personifikasi civitas Ma'had al-Jami'ah, menjadi teladan, penjunjung tinggi moralitas yang diterjemahkan dalam tingkah laku sehari-hari, tempat bertanya civitas Ma'had al-Jami'ah dalam soal agama, duniawi, atau pribadi.
2) Mu'allim adalah beberapa kyai atau ustadz yang karena kemampuannya dalam bidang ilmu agama (terutama keahlian membaca dan menjelaskan kitab kuning), atau mengampu pembelajaran al-Qur'an, ditunjuk untuk mengampu materi keilmuan tertentu.
3) Murabbi adalah seorang sarjana/alumni S1 yang dintunjuk secara khusus untuk membantu pengasuh dalam pelaksanaan kegiatan kemakhadan, pembelajaran al-Qur'an, kitab, tahfidh mufradat, dan pembangunan moralitas. Murabbi diharuskan memiliki kemampuan dalam bidang ilmu agama (terutama keahlian membaca dan menjelaskan kitab kuning), atau mengampu pembelajaran al-Qur'an.
4) Musyrif adalah mahasiswa senior yang dipilih untuk membantu pengasuh dalam pelaksanaan kegiatan kemakhadan, pembelajaran al-Qur'an, kitab, tahfidh mufradat, dan pembangunan moralitas. Murabbi diharuskan memiliki kemampuan dalam bidang ilmu agama (terutama keahlian membaca dan menjelaskan kitab kuning), atau mengampu pembelajaran al-Qur'an.
5) Mahasiswa-Santri adalah mahasiswa semester I dan II pada PTAIN/S dan/atau mahasiswa lain yang karena keinginannya sendiri mendaftarkan diri sebagai anggota mahasiswa-santri.
2. Ta'lim Ma'hadiy
a. Ta'lim al-Qur'an
1) Kegiatan ini wajib diikuti semua mahasiswa-santri yang dikategorikan dalam tiga kelas; Tashwit, Qira’ah, Tarjamah dan Tafsir.
2) Ta’lim al-Qur'an diselenggarakan sedikit-sedikitnya tiga kali dalam satu minggu selama dua semester.
3) Indikator capaian ta’lim al-Qur'an di akhir semester genap, semua mahasiswa-santri setidak-tidaknya telah mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, dan mampu menghafal beberapa surat pendek.
4) Setiap mahasiswa-santri yang telah dinyatakan mencapai indikator capaian Ta'lim al-Qur'an diberikan sertifikat Ta'lim al-Qur'an sebagai pra syarat pengambilan Matakuliah Ulumul Qur'an/Studi al-Qur'an.
b. Ta'lim al-Afkar al-Islamiyah
1) Ta’lim al-Afkar al-Islamiyah merupakan media proses transmisi pengetahuan keilmuan khusus, seperti ilmu dan praktek tasawuf untuk pembentukan kepribadian dan spritualitas, dan ilmu fiqh untuk pembentukan ubudiyyah bagi mahasiswa-santri.
2) Kegiatan ini diselenggarakan setidaknya dilaksana-kan dua kali dalam satu minggu, selama dua semester, dan wajib diikuti oleh semua santri sesuai dengan masing-masing unit hunian.
3) Kegiatan ini diasuh langsung oleh pengasuh unit dengan menggunakan metode bandongan, sorogan dan praktek.
4) Indikator capaian kompetensi dalam kegiatan Ta’lim al-Afkar al-Islamiyah ialah masing-masing mahasiswa-santri mampu menyebutkan hukum aktifitas/kewajiban tertentu dengan menyertakan dalil (dasar normatifnya), baik Al-Qur’an maupun Al-Hadist beserta rawinya, dan menyebutkan pokok-pokok keimanan secara komprehensif.
5) Pada setiap akhir semester diselenggarakan tes/evaluasi dan diberikan sertifikat bagi yang dinyatakan lulus capaian minimal sebagai syarat mata kuliah Studi Theologi/Studi Fiqh/Studi Tasawuf.
2. Tanmiyah al-Lughah
a. Penciptaan Lingkungan Kebahasaan dilakukan dengan mengkondisikan lingkungan Ma’had al-Jami'ah melalui:
1) Meletakkan beberapa statement di beberapa tempat strategis, baik berupa ayat Al-Qur’an, Al-Hadits, peribahasa, atau pendapat pakar yang dapat memotivasi penggunaaan bahasa Arab maupun Inggris;
2) Memberikan materi dan kosakata bahasa Arab dan/atau bahasa asing lain yang harus dihafalkan;
3) Memberikan layanan administrasi dan layanan umum lainnya dengan menggunakan bahasa Arab dan/atau bahasa asing lain;
4) Memberikan labelisasi benda-benda yang ada di unit-unit hunian dan sekitar ma’had dengan memberinya nama dalam bahasa Arab maupun Inggrisnya;
5) Memberlakukan wajib berbahasa Arab maupun Inggris bagi semua penghuni Ma’had; dan
6) Membentuk mahkamah bahasa yang bertugas memberikan sanksi terhadap pelanggaran berbahasa.
b. Pelayanan Konsultasi Bahasa
1) Pelayanan ini dipandu oleh para musyrif/ah pada unit masing-masing untuk membantu mahasiswa-santri yang mendapatkan kesulitan dalam merangkai kalimat yang benar, melacak arti kata yang benar dan umum digunakan serta bentuk layanan kebahasaan yang lainnya.
2) Layanan ini dapat diakses di ruang yang telah disiapkan oleh musyrif/ah dengan jadwal layanan tiga kali dalam sepekan.
c. Al-Yaum al-Araby dan English Day
Program ini dilaksanakan dalam satu hari yang dipersiapkan secara khusus untuk pemberian materi bahasa Arab, pelatihan membuat kalimat yang baik dan benar, permainan kebahasaan, debat, latihan percakapan dua orang atau lebih dan diskusi berbahasa Arab/Inggris dengan tema-tema tertentu, kegiatan ini dipandu oleh seorang dosen bahasa Arab/Inggris yang ditunjuk secara khusus.
d. Al-Musabaqah al-Arabiyah dan English Contest
Kegiatan ini dimaksudkan untuk memacu kreatifitas kebahasaan dengan cara mengompetisikan keterampilan dan kecakapan mahasiswa-santri dalam berbahasa Arab/Inggris melalui berbagai lomba kebahasaan. Kegiatan ini setidaknya diaksanakan setahun sekali pada akhir program al-Yaum al-Araby/English Day.
e. Shabah al-Lughah
Bentuk kegiatan yang diformat untuk membekali kosa kata, baik Arab/Inggris, contoh kalimat yang baik dan benar, pembuatan contoh-contoh kalimat yang lain. Kegiatan ini dilakukan setiap pagi setelah Shalat Shubuh di masing-masing unit hunian.
3. Tsaqafah Ma'hadiyah
a. Tranmisi Tsaqafah Ma'hadiyah
1) Transmisi tsaqafah ma'hadiyah dilakukan melalui kegiatan kuliah umum dan/atau pelatihan yang harus diikuti semua unsur Ma’had al-Jami'ah;
2) Kegiatan dilaksanakan pada awal tahun ajaran baru untuk memberikan orientasi dan pembekalan materi tentang shalat, keistimewaan membaca al-Qur'an, puasa dan dzikir;
3) Materi dan penjelasan kegiatan ini menggunakan dasar normatif yang mutawatir dan/atau shahih, hikmah al-tasyri’ (filosofi legislasi), perspektif medis dan psikologis, sehingga dapat memunculkan kesadaran dan penghayatan masing-masing dalam menunaikan shalat, puasa dan dzikir.
b. Pembentukan Tsaqafah Ma'hadiyah
1) Pembentukan tsaqafah ma'hadiyah meliputi kegiatan shalat maktubah berjamaah, shalat sunnah muaqaddah, puasa-puasa sunnah, pembacaan al-adzkar al-ma’tsurah, dan khatmil Qur'an.
2) Pembentukan tsaqafah ma'hadiyah dilaksanakan oleh semua civitas Ma'had al-Jam'iah.
3) Pembentukan tsaqafah ma'hadiyah dimaksudkan untuk meneladani sunnah Rasulillah, menangkap hikmahnya, sebagai sarana implementasi ilmu, memperdalam spiritual, dan membentuk keagungan akhlak.

0 komentar



Nama :
Email :
Komentar :

Security code: (Huruf besar dan kecil dibedakan)

Input code:

Rekor MURI
Berita Terbaru
Web Polling